Bajuri Dan Wulansari
Sore hari di selatan Jakarta:
Seorang perempuan masuk ke taksi adem setelah sebelumnya berpanas-panasan syuting Bogor-BSD.
“Sore bapak, ke arah Permata Hijau ya.”
“Baik mbak.”
Mata si perempuan melayang ke ID card pengemudi. Senyum mengembang di bibirnya. Ia meraih telepon genggamnya dan mengetik SMS.
Bo, gue lagi naik taksi dan nama pengemudinya BAJURI. Hm… udah naik kelas nih gak narik bajaj lagi.
Sent.
Semenit, dua menit… tidak ada balasan. Si perempuan pun lupa.
Sore hari di pusat Jakarta:
Seorang perempuan sedang melompat kegirangan karena baru diumumkan resmi menjadi sarjana. Telepon genggamnya berbunyi. Ia membaca pesan singkat itu, tertawa terbahak-bahak dan menunjukkannya pada teman-temannya yang juga sedang ceria menerima gelar sarjana.
Malam hari di selatan Jakarta:
“Halo? Miuuuunnnddd!”
“Hai cantiiiiikkk! Jadi Bajuri udah nyetir taksi niiihhh HAHAKHAKAHKAK!”
“Miund gilaaaa! Tadi waktu gue terima SMS lo, gue baru aja diumumin jadi sarjana. Dapet SMS dari lo jadi tambah ketawa-ketawa!”
“HAH? SUMPE LO? SELAMAT YAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
“Makasiiiihh! Seneng deh!”
“Aduh Laaan, gila ya gue yang feeling so good gitu tandanya!”
“Embeeeerr! Aduh gue kangen sama lo!”
“Samaaaa!”
Dan Wulansari pun mengupdate rencana bahagia lainnya yang akan terjadi bulan ini. Perempuan obsesif kompulsif (yang gak tahan liat benda miring bawaannya pengen ngelurusin) ini adalah teman berangkat kantor saat saya masih ngantor di Jalan Tendean, dan entah kenapa kami berdua punya kebiasaan berupa cekikikan tiap ngeliat nama supir taksi yang aneh-aneh. Kebiasaan ini terus berlanjut bahkan saat kami sudah tidak sekantor lagi. Tiap ngeliat nama supir taksi yang aneh atau lucu, orang pertama yang terlintas di pikiran saya adalah Wulansari. Dan biasanya, sms-sms singkat kami berlanjut dengan teleponan dan cekikikan sampe bego sambil mengupdate kehidupan. Nggak nyangka aja kali ini updatenya sungguh dua kabar yang membuat saya bahagia untuk teman saya ini. Jadi sarjana dan rencana menikah. Duh, dia sungguh layak mendapatkannya. Di saat orang-orang seumur kita merasa udah pada males nerusin kuliah, Neng ini kekeuh belajar dan rela jadi ‘tetua’ di kelasnya demi ilmu. Canggih deh.
That’s the thing about inside jokes between friends. You never know what happy news that might follow!
Congratulations for the graduation and the wedding plan, Wul! I’m very proud and happy for you
April 3rd, 2008 at 10:38 pm
gokil. jadi sarjana. terus mau nikah. pastinya gak akan dapet sindrom2 setelah graduation tuh uawhuahwuaw
) selamat buat si wulansari ya!
April 4th, 2008 at 1:04 am
calon artis: asli. bahagia hidupnya si wulans… hihihi entar disampein
April 4th, 2008 at 7:19 am
nyenyet… gw dan tementemen kampus gw juga punya kebiasaan begitu masuk yang pertama kali diliat adalah nama supir taksi dan kemudian jikalau lucu, kita langsung tanpa dikomando liatliatan dan ketawa. pernah suatu hari yang panas, kita naik taksi mo ke PS begitu masuk, beberapa detik liat nama supir, dan langsung ngikik dari Atma sampe PS.. garagara nama sopirnya adalah : “SORI”.
dan di tengahtengah cekikikan laknat itu ada aja yang nyeletuk : “STROBERI” atau “Gw maafin!” haihaahhai.. najiiiis..
April 4th, 2008 at 12:51 pm
Aduh aku ga sempat ngliatin nama sopir, biasanya kalo naik Taxi mata tertuju ke argometer trus
April 4th, 2008 at 10:01 pm
kalau naek taksi paling sibuk ngapalin nomor kodenya
takut diculik ahahaha *segede bagong gini sapa jg yg mau nyulik*
April 6th, 2008 at 3:00 pm
waahh, akhirnya kita ketemmmuuuu…!!! ^^
April 6th, 2008 at 5:50 pm
kalau saya paling suka dengerin kisah hidup mereka. Sambil lirik-lirik argo, kita juga bisa tahu hidup jadi sopir taksi itu seperti apa.
April 7th, 2008 at 3:25 pm
senengnya kemaren bisa ketemu mba miund.. hehehe..
dikirain Bajurinya yang jadi sarjana .. hehehe..
April 9th, 2008 at 10:57 am
Ahahaha, Neng WUlan yang dulu suka diangkut di pinggir jalan menuju kantor lu di tendenan ya Nyet?
Salam yeee…udah lama ga ketemu gadis tanah kusir tersebut. Hahahaha.