Ada Apa Dengan Kasir?

Terpancing juga karena bahasan si Calon Artis mengenai dunia kasir-mengasir. Sebenarnya hal ini sudah sering kami bahas di masa lalu, tapi karena pada akhirnya dia berhasil memancing saya… here goes. Another dark side of Miund. Heran, dari semua orang di jagad pertemanan nyata dan maya, cuma 2 orang yang bisa memancing kegoblokan-kegoblokan masa lalu saya. Mbak Smitun dan Mbak Calon Artis brengsek ini. Halah.

Jadi gini lho teman-teman, entah mengapa ya… dulu waktu kecil saya selalu sukaaaa ngeliat mbak-mbak kasir yang ada di supermarket. Bahkan ada masanya nih, kalau ditanya “Nanti udah gede mau jadi apa?”, maka saya akan menjawab “Jadi KASIR!”. Kenapa? Karena saya pikir menjadi kasir itu adalah pekerjaan paling menyenangkan di dunia. Dapet duit banyak, tapi cuma duduk aja nggak perlu ngapa-ngapain. Kenyataan menggigit saat di kelas 6 SD, saya pergi ke Hero Barito sedikit sebelum jam tutup dan melihat para kasir beres-beres. Saya pun dengan excited bertanya pada si mamah.

“Mam, enak ya jadi kasir. Pulang bawa uang banyak. Nggak takut dirampok ya?”

Dan Mamah menjawab:

“Itu kan gak dibawa pulang. Tapi harus disetorkan ke bagian keuangan.”

Dan pudarlah mimpi menjadi kasir yang milyuner karena setelah itu si mamah menjelaskan bahwa uang yang disimpan di laci-laci kasir takkan menjadi milik mereka secara pribadi karena harus melalui berbagai proses. Sejak itu bila ditanya “Mau jadi apa nanti kalau sudah besar?” bergantilah jawaban saya menjadi: “Pengen jadi BINTANG FILM”, yang mana jawaban ini konsisten sampai tingkat SMA (dan sampai sekarang, to tell you the real truth) .

Tapi kembali ke masalah kasir mengasir, saya tetap tertarik pada profesi kasir hingga hari ini. Terutama yang pada kerja di supermarket. Walau memang saya akui secara skill mungkin mbak-mbak kasir jaman saya kecil dulu itu lebih terampil karena mesti multitasking gila-gilaan. Mulai dari ngecek harga secara manual (dibaca), memasukkan kode dan angka secara manual (diketik) lalu mengoper ke mas-mas yang tugasnya masukin barang-barang belanjaan kedalam plastik. Asik gitu liatnya. Teamwork! Nah sejak mesin kasir jadi canggih yang mana mbak-mbaknya tinggal ‘ngescan’ barcode dan harga muncul secara otomatis, saya jadi rada nggak minat jadi kasir. Udah gitu, mbak-mbak ini biasanya mukanya bete kalo ada barcode yang nggak ke-scan. Kayaknya yang ada di pikiran mereka adalah: “Brengsek, katanya tinggal discan doang, tapi ini gue masih mesti ngetikin harganya.” Bisa dimengerti sih. Terus mereka ini kasian. Kerjanya gak sambil duduk nyong. Nggak kaya kasir-kasir jaman dulu yang duduk di bangku tinggi. Kesannya berkuasa dan berwibawa gitu. Udah gitu ya, para pengusaha supermarket makin kejam sama para kasir. Masa mereka ujug-ujug disuruh pake kostum macem-macem. Ada penawaran ini itu, bikin aja topi terus suruh para kasir pake. Padahal kalo dulu mah kasir itu bak frontliner. Cantik-cantik, dandan trus pake bajunya seragam yang paling ciamik di seantero supermarket.

Itulah mengapa saya suka banget memperhatikan gerak-gerik para kasir. Tapi ada pertanyaan dari neng Smita yang belum kunjung terjawab:

Kenapa anak kecil rata-rata pengen jadi kasir?

Ini memang fenomena aneh. Nggak tau deh kalo anak-anak cowok ya. Tapi kami-kami yang perempuan ini kok ya sepertinya tertarik sama appeal-nya profesi kasir? Bayangin ya, beberapa diantara kami sampai ngebujukin orang tua untuk membeli mainan mesin kasir-kasiran. Beberapa diantara kami sukses, dan beberapa diantara kami malah cuma dibelikan kereta belanja mini dengan alasan mainan ini akan membuat kami lebih AKTIF karena lebih banyak BERGERAK sehingga bisa membentuk KARAKTER. Sungguh alasan yang norak karena saat kami besar, kami tahu bahwa ternyata mainan mesin kasir-kasiran itu lebih mahal harganya ketimbang kereta belanja mini yang dibeli dengan alasan “membentuk KARAKTER” itu. Halah.

Semua orang mikir menjadi kasir itu profesi mudah yang gak bikin capek dan gak bikin stres. Padahal salah. Capek jelas, secara sekarang mesti berdiri berjam-jam. Stress pasti apalagi kalo tanggal muda secara se-Jakarta rame-rame tumplek blek di supermarket. Tapi yang orang nggak tau adalah jadi kasir juga mesti punya jantung yang kuat. Kenapa? Saya punya pengalaman seputar hal ini di tahun 2002.

Sebagai keturunan Manado (baca: binyo), saya akrab dan ikrib dengan berbagai makanan aneh di keluarga besar saya. Walau keluarga kecil saya dianggap aneh karena tidak mengonsumsi babi, anjing atau tikus, kami tetap berbagi keanehan dengan mengonsumsi PANIKI atau kelelawar terutama pada acara-acara tertentu. Nah, di Manado gampang katanya dapetin kelelawar. Tinggal nengok ke atas, ambil senapan trus DOR. Siang makan paniki deh. Kenapa siang? Karena siang adalah saatnya para kelelawar pada tidur dan lengah.

Eniwei,

Di Jakarta, mendapatkan kelelawar agak sulit. Mesti ke restoran Manado, karena menjual yang matang dan yang mentah. Tapi karena sulit juga secara mereka dikirimin dari Manado itu cuma beberapa minggu sekali, suatu hari saya mendengar kabar bahwa di Hero Plaza Senayan menjual paniki mentah yang udah beku. Kebetulan waktu itu si mamah akan berulang tahun, jadi pas nih kalau masak paniki. Berangkatlah saya menuju PS dan YAK! Ditemukan mahluk meringis mirip tikus bersayap dengan kemasan plastik yang pake styrofoam dibawahnya. Dengan bahagia saya memborong EMPAT, walau ngambilnya juga sambil merem karena takut.

Sampai di kasir, mbak-mbaknya tampak tak curiga. Ia segera melakukan tugasnya mencari barcode di kemasan pertama. Tut! Ketemu. Di layar juga tulisannya adalah PANIKI. Lanjut ke kemasan kedua. Dia masih gak sadar kalau yang dipegangnya adalah sejenis binatang yang melambangkan vampir. Kebetulan kemasan kedua ini barcodenya agak eror sehingga si mbak harus meneliti kode untuk memasukkan angkanya. Dan hal yang saya takutkan terjadi. Si mbak mendadak menjerit.

“AAAAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!”

Histeris bok. Pake acara loncat setengah meter ke belakang dan MELEMPAR kemasan paniki itu ke arah saya.

Saya yang juga emang takut, gak kalah heboh lulumpatan ke belakang, dengan hasil menabrak kereta belanja orang Jepang yang ngantri di belakang saya. Sebelum saya bisa berkata apa-apa, si mbak kasir bertanya dengan napas ngos-ngosan dan suara bagai habis menelan TOA.

“MBAK ITU APA SIH? ITU APAAA???”

Saya menjawab:

“Kalong”

Dengan muka pucat, dia bertanya lagi:

“NGAPAIN SIH BELI KALONG???”

Dan karena panik, jawaban saya cukup tolol (atau brilian saya nggak tau juga):

“Kan saya MANADO

Gubrak. Se-HERO ketawa ngakak, termasuk si Jepang yang saya yakin gak ngerti apa-apa juga.

Sedihnya jadi orang Manado yang belanja di supermarket demi memuaskan keinginan lidah.

Tak lama manajernya datang dan menghandle semua belanjaan saya sambil senyum-senyum. Beliau minta maaf atas perlakuan mbak kasir. Sementara saya repot juga minta maaf karena bikin si mbak kaget sampe loncat dan pucat pasi. Bisa dipastikan selama separuh tahun 2002, saya jadi JARANG banget mampir ke Hero Plaza Senayan kalo nggak butuh-butuh amat. Kalaupun mampir, saya memastikan si kasirnya bukan si mbak yang waktu itu.

Kasihan. Lagi kerja enak-enak mesti ngeliat muka paniki yang meringis bengis. Gimana gak mau sport jantung.

Makanya, teman-teman yang udah pada punya anak kecil yang sedang tergila-gila pengen jadi kasir… mungkin pengalaman saya dengan mbak mbak Hero bisa dibagi. Mungkin aja setelah itu anak Anda akan berpikir dua tiga kali sebelum menyatakan cita-citanya dan berbelok jadi pengen menjadi bintang film seperti saya.

Mari…

32 Responses to “Ada Apa Dengan Kasir?”

  1. PoppieS Says:

    Tapi ya neng, yang perlu diacungkan jempol adalah betapa anakanak-perempuan-yang-tidak-pernah-dibelikan-mainan-kasir itu begitu KREATIF mengubah bendabenda sekelilingnya menjadi kasir. Dan dengan muka mendadak wibawa saat soksok ngetikngetik. Gw pikir keinginan menjadi kasir itu tadinya adanya di gw doang ternyataaaa kalian juga. Artinya saya normal.

    … ehm, atau kayanya justru enggak yah? HAKAHIAHIAHIA..

    *tos sama calon artis yang inspiratif itu sambil bisikbisik : ‘ayo nyet, kita pancing aibnya lagi!’* :lol:

  2. miunds Says:

    PoppieS: betul! gue dulu nih ya, meletakkan MESIN TIK emak gue diatas laci sehingga bisa sok-sok jadi kasir kalo maen toko-tokoan. dan dulu satu-satunya alasan gue beli MONOPOLI adalah demi UANG UANGANNYA! AHHAKAHAKHAKHKAKK! temen-temen gue bete karena tiap main toko-tokoan, gue ga pernah mau jadi yang belanja. hihihihii :D AYO KITA PANCING AIB DIA LAGI! HORE!

  3. Abihaha Says:

    Gw pikir gw doang yang kecilnya punya cita-cita sederhana asal nampi duit gampang. Kecil dulu gw pengen jadi tukang parkir. Udah maen sempritan, dapet duit lagi.

  4. miunds Says:

    Abihaha: sayang hidup gak sesimpel pikiran kita waktu kecil ya? hihihihi :D

  5. cici Says:

    anjing, kebayang gue muka horror mbak itu :D

  6. miunds Says:

    cici: horor banget ci. kasian gue. hihihihi :D

  7. chris Says:

    gyahahahaha…. ngebayangin mbak2 yang ngelempar plastik isi kalong. hihihi.. pasti abis itu dia ambil cuti beberapa hari buat menyembuhkan trauma atau bahkan pindah kerjaan setelah sebelumnya memastikan kalo supermarket tempat dia kerja gak jual kalong. hiihihihi…

    *mba miund, janji deh… janjiiii…. kagak baca blog pas kerja… harus nahan ketawa ampe muka jadi ijo niiyyh….*

  8. doi Says:

    ah….kalo gue mah beneran pernah jadi kasir und….pas jaman kul di jogja ada konter yang emang ngrekrut anak2 kuliah buat part time, nah gue gabung deh disitu…..paling seru kalo acara itung mengitung, mesti patungan kalo ada selisih ama penjualan, tapi kalo duitnya pas ama barang yang terjual, legaaaaaaaaa….hehehehe, seru…seru…

  9. Ibeth Says:

    Sialaaaaaannnnn, gw sampe nangis keluar air mata :D btw, paniki di beautika enak katanya :p

  10. Anin Says:

    Hihihihi..

    Tapi emang bener banget sih mbak miund, soal anak kecil pengen jadi kasir itu. Kenapa ya. Bukan saya sih, tapi adik cewe saya. Waktu kecil sampe nangis2 minta dibeliin mesin itung yang bisa keluar bon nya itu lhooo. Akhirnya dibeliin, dia seneng setengah mati, terus saya yang disuruh belanja, dia yang ngitung.
    Sampe sekarang dia gak kapok pengen jadi kasir, soalnya dia selalu bilang klo keluarga kita buka toko ato restoran, harus dia yang jadi kasirnya…obsesi bo rupanya..hihihihi

  11. Vio Says:

    Setan. Jadi ketawa ngakak pas tengah2 ruangan kantor pada kerja.
    Hihihi..Si papa juga Manado teh, tapi kalo dia minta Paniki sama mama langsung disuruh pulang ke Manado..

  12. aj's lover Says:

    di film ‘employee of the month’ profesi kasir tampak keren banget.

  13. theSunan Says:

    hahaha… Paniki emang bikin orang panik… :D
    klo gw waktu kecil pengennya jadi dokter, jadi maennya dokter2an, pasiennya mesti cw (muka mesum mode: on), gedenya ya kaya gini jadinya…

  14. yodee Says:

    iya itu anak kemaren memaksa aku melakukan sesuatu yg berhubungan dengan kasir….hehehe

  15. PoppieS Says:

    dan gw masih keukeuh mau menyuarakan ke dunia bahwaa.. barangkali mbak itu nyangkain lo sodaraan sama UCOK AKA sehingga mau mengkonsumsi KELELAWAR.. tapi tenang aja, karena gw rasa kalo elo gak pake efek berdarah2 ya toohh? hiihihihihihi… piss ah. SYEACH!

  16. billy Says:

    eden, sintingggg…. haha3
    gue mesem2 pingin kentut baca ini nahan ga ketawa di mcD

  17. bubba Says:

    wah kalo gue sih dari kecil pengen jadi teller di bank, soalnya tiap hari megang duit… cihuy!

    eh begitu tau gajinya kecil… ga jadiiiiiii

  18. calon artis Says:

    hahah lo tau gak bapak2 kita kan di pesawat juga bisa jualan barang2 garuda yang gak penting dan mahalnya gak ketulungan.. tau kan lo? nah itu kan ada list dan nota kuitansi dkk.. gue suka loh ngambilin punya bokap yang gak kepake.. plus menu2 apa lah gak penting.. gue kumpulin.. kalo gak buat mainan jual2an (pelanggannya siapa lagi kalo bukan bapakibu gue), gue ntar “memaksa” mereka untuk bayar di kasir.. siapalagi kasirnya kalo bukan gue hauwhauwh..

    btw, lo udah tau kan cerita kasir vs sudwikatmono gue? hahahaha dan asal lo tau yah, temen gue dong beli mesin kasir.. bukan pas kecil, tapi pas UDAH SEUMUR SEKARANG HAHAHAHAHAHA :) )

  19. mikearmand Says:

    Lah waktu si mbak tanya : “NGAPAIN SIH BELI KALONG???”
    Jawabannya tuh mestinya : “NGAPAIN JUGA SITU JUAL KALONG???”

    BTW, jaman sekarang ini kayanya mbak2 kasir tuh lebih suka sama orang yg ga bayar cash, mereka lebih suka sama pembeli tukang ‘ngutang’ yang bayar pake kartu (kartu apapun kecuali kartu remi)

  20. paul Says:

    huahahahaha

    asli gua ketawa sendirian. Ampe takut digedor tetangga huahahahaha

    Baru tahu gua kalau orang Menado makan Paniki. Hmm rasanya seperti apa yah….

  21. hotchoc Says:

    aseli kocak banget! mbak2nya caur juga yah.. gw ngakak2 ga bisa berhenti, sampe kacamata gw berembun…

  22. Shasya Says:

    yang ajdi pertanyaan adalah kenapa sih si KALONG itu ga dijual dalam packaging yang lebih ‘manis’ ? bukan berarti harus berpita dan bandana gitu ya. tapi mbok ya, dipotong dulu gitu ?
    eh tapi kalo beli otak sapi juga males lho, sambil ada darah2nya gitu kann?

  23. Lila Says:

    dodooooool….
    dirimu lupa pasang disclaimer deh..
    gw sukses meledak ketawa guling-guling.. en dipelototin org seruangan..!!!!
    book, untung kasir nya gak punya sakit jantung yah…

  24. silly-stupid Says:

    hahahahaha… saya ngakak pas bagian ini :

    “NGAPAIN SIH BELI KALONG???”

    Dan karena panik, jawaban saya cukup tolol (atau brilian saya nggak tau juga):

    “Kan saya MANADO“

    duh… lucu banget. Thanks und. You’ve just brighten up my day.

  25. diyan Says:

    wakakakakka….elo ga cuma bikin satu hero ketawa, tapi juga sekantor gue ketawa…waakakakkaka….
    btw jadi inget iklan hexos
    suami : “kalau punya anak mau jadi apa ?”
    isteri : “kasir..”
    suami : “tinggian dikit dong..”
    isteri : “Kaaassiiiiiirrr…”
    hahahhaa….

    terimakasih sudah mencerahkan hari….

  26. ridho Says:

    @ diyan
    saya juga jadi ngerti kenapa cewek punya cita2 kasir setelah baca ini dan inget iklan hexos hehehehee…

    Mba Miun, thanks sudah membuat saya tertawa hari ini, asli hari ini bete banget!!!

  27. dodol Says:

    hihihihi… ceritanya lucu sekali. Maaf ya, aku kira mbak Miund itu tipikal orang yg bakal marah ama kelakuan kasir itu, ternyata…. maaf sekali lagi :)

  28. miunds Says:

    chris: ayoooo mana janjinya gak baca blog di kantoooorrrr??? HAHAHKAHAKK!

    doi: iya kaaaaaannnn? hihihihi!

    Ibeth: paniki paling enak mah bikinan emak gue. juara bok. hahahakahk:D

    Anin: HAHAHAAHKK! gue juga dulu gitu, kalo denger ada yang mau buka toko langsung mikir “mereka udah punya kasir belom ya…” lalu berminat melamar. hihihihi!

    Vio: wah jauh amat. di cideng ada tuh yang jual paniki dan dijamin kasirnya gak histeria kalo liat paniki meringis. bilang sama papanya… gak usah jauh-jauh ke Manado!

    aj’s lover: bukan TAMPAK keren, tapi EMANG keren! :D

    theSunan: wah kalo itu sih tandanya kita emang beda ya. hahahakhakhakkk…

    bebe: melakukan apa? menghitung uang? hihihihi…

    PoppieS: dan gue masih gak terima dibilang anak buahnya UCOK AKA. OZZY OSBOURNE DONG NYET, kerenan dikit!

    billy: naahh… makanya jangan baca blog ini di tempat umum. bisa bahaya! :D

    bubba: tapi teller bank gak sekeren kasir. *tetep*

    calon artis: eh, temen lo BELI DIMANA? GUE MAU DONG!

    mikearmand: hmmm… padahal lebih asik ngitung duit cash kan, pake busa basah yang jorok banget itu keliatannya. gue dulu SAMPE BELI busa busaan itu di toko buku loh! HAHAHAHAKAHKAKK!

    paul: paniki itu amat yummy sekali! sumpah!

    hotchoc: parah… sampe kacamata berembun… HAHAUHAUAHUAHAHAKHAKHAKKK!

    Shasya: percayalah, di Hero itu kemasannya sungguh jauh lebih sopan ketimbang beli di cideng yang cuma diiket, boro-boro diplastikin. hihihihihi!

    Lila: NAH itu dia poin gue. untung dese ga jantungan. kalo tepar kan gue yang dituntut. hhahakahkahkahkakak!

    silly-stupid: thaanks!

    diyan: kembaliiii! eh semoga temen-temen pada gak kena potong gaji yah! hahkahkahk!

    ridho: senang sudah menghibur :D

    dodol: weeell… yang ada mah harusnya saya terima kalo dia yang marah sama saya. hehehkehek kok minta maaf sih. makanya kenal dulu baru menilai ;)

  29. rasyefki Says:

    haha…kebayang deh kasir berubah menjadi kasirupan (kasurupan-red) hehe…
    eh mbak mo nanya paniki itu rasanya kayak apa sih mbak?

  30. calon artis Says:

    temen gue beli di gramed PIM nyet. pas lagi ada pamerannya gitu. bayangin gak lo? MESIN KASIR DI JEJER SEMUAAA.. gue pas liat sampe overwhelmed banget loh!! gue bingung harus berkata/bertingkah apa.. asliiiiiiii!!

  31. deedee Says:

    aduh teh miund, kok sama sih cita-citanya kyk gue dulu. gue suka bener mencet-mencetin keyboardnya. malah dulu suka maenan pake keyboard komputer sama pake duit monopoli. heuehue..

  32. Bunga Says:

    Gue juga jadi geli baca si paniki, hehe. Gue juga paling takut banget ama Tikus atau yang lainnya, apalagi paniki kayak Vampir. kalau kucing sih ok, kalau kucing garong yang mana ya?

Leave a Reply