7 Things I Approve
1. Cowok-cowok berambut cepak karena gondrong itu ganggu dan gak ganteng.
2. TV kabel karena TV lokal mulai nggak enak ditonton.
3. Terpaksa DVD bajakan karena DVD asli mahalnya keterlaluan, tapi kita butuh wawasan.
4. Pijat memijat di Bersih Sehat setelah lelah bekerja.
5. Pembangunan Busway karena entar yang untung kita-kita juga.
6. Vegetarianisme karena alasan kesehatan, bukan karena kasihan pada binatang.
7. Pluralisme.
Dan untuk selanjutnya saya melempar tugas ini pada mbak Calon Artis, mbak Cacamarica, mbak Ira Riawan, Mas Morca, Bapak Bebe dan Mbak Smita.
Pareng…
January 28th, 2008 at 2:47 pm
kalo saya sih jadi vegetarian dadakan karena alasan keuangan, secara harga gado-gado selalu lebih murah dari harga sate ayam dan sop kaki kambing…
January 28th, 2008 at 2:48 pm
Nomor 1: Betul sekali. Apalagi rambut gondrong (kebanyakan) anak muda jaman sekarang yang poninya ekstrim, disisir dari tengah rambut ke depan, atau justru disisir melintang mencakar muka sendiri. Mukanya rambut semua gitu. Hiyah.
Nomor 2: I think most of our local TV shows are junk. The “sinetrons” are indeed pathetic, reality shownya (baca: LEMON TEA) juga, infotainment yang makin lama makin intrusive >> plus Insert (Investigasi) yang script host + voice overnya nggak banget… Inang…
Nomor 3: Saya bersyukur akan kehadiran DVD bajakan, tetep up to date dengan film-film baru tanpa harus jatuh miskin. Hidup!
Nomor 4-7: Setuju.
Yah, intinya setuju ama semuanya sih, hehe…
Permisi…
January 28th, 2008 at 5:00 pm
dvd bajakan memang tiada tara
tolong jangan digusur tuh toko2 yg di ratu plaza yak (titip salam buat kamtib )
January 29th, 2008 at 11:19 am
Unds, kalo jadi vegetarian karena cinta (pasangan) di-approve nggak? hehehe
January 29th, 2008 at 12:42 pm
sampe sekarang nonton tipi lokal tetep gratis, gitu..
January 29th, 2008 at 3:30 pm
hidup dvd bajakan!
January 29th, 2008 at 7:40 pm
kumaha atuh ?
sayah juga pecinta dvd bajakan !!
February 4th, 2008 at 11:18 pm
[...] nyontek dari postingan Miund. Nyontek abis ga pake ngubah.. Eh ngubah ding, ngubah bahasa di judul. hehehehe… Makasi ya [...]