miund.com

Craft VS Crap?

04.20.2011 · Posted in Terlintas di Otak

Gaaakkk… janji deh gak galak.  Cuma lagi sedih aja.

Entah karena sekarang lagi trend atau apa, secara gak sadar, kita jadi suka menyalahgunakan istilah ‘craft’.  Betapa sering ya ternyata kita mengklaim diri kita atau orang lain itu ‘crafter’. Inilah sebenarnya kenapa saya selalu hati-hati menggunakan istilah.  Minimal sebelum memakai, harus mengerti dulu apa artinya.

Kalo kita masih membeli benda-benda jadi dan ‘menata’ mereka menjadi sesuatu yang enak dilihat, kita belum jadi crafter.  Kita masih jadi dekorator amatiran.  Helloo… dekorator beneran itu ada sekolahnya lho.  Jadi tetep aja gak bisa disamain dengan sekadar beli bantal lucu trus naro di sofa yang kebetulan matching warnanya.

Terus ntar kalo udah merasa jago jadi dekorator, baek-baek kena sindrom ‘desainer’.  Sama seperti dekorator, desainer pun ada sekolahnya yang isinya mempelajari aspek dari mulai estetika sampai dengan teknis.  Tentunya kadarnya tak seberat yang sekolah teknik ya.

Sudahlah, jangan terlalu jauh.  Balik dulu ke istilah ‘crafter’.

Crafter adalah orang-orang kreatif yang hadir dengan ide-ide orisinil dan tak ragu serta secara skillful mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam setiap karyanya.  “Inspired by” dan “Created by” itu beda banget, dan memang saya tak menyalahkan bahwa mereka yang awam seni pengennya nempelin “Created by” ke semua hal yang mereka buat.  Namanya juga capek “bikin sendiri”.

Ya iya emang capek, tapi idenya dari mana ciin?

If the idea came from Martha Stewart and such, please give all the credit to those brains behind the brilliance and stop calling and claiming yourself a crafter.  Why?  Because you don’t create.  You imitate.  Imitating is fine, however, appreciation is more important.

Sama seperti halnya saya suka masak, gak tiba-tiba saya punya hak memanggil diri saya koki.  Tapi saya punya hak untuk mengklaim bahwa saya ‘suka memasak’.

Entah ya, mungkin yang seperti ini kedengaran kurang penting, tapi buat saya segala gelar, julukan dan sebagainya itu harus dipakai dengan semestinya.

Bukan dengan sembarangan.

9 Responses to “Craft VS Crap?”

  1. Setuju! Conto lain: Artis yg asalnya dari Artist alias seniman. Kalau pemain sinetron mah ya pemain sinetron atau selebriti. Saya sebagai anak seni rupa menggugat penggunaan gelar ‘artis’ tidak pada tempatnya! *matiin toa* *turun panggung*

  2. Papin: bener banget. makanya saya ga suka istilah ‘artist management’ untuk memanage para pemain sinetron, bintang film, mc atau penyanyi. saya lebih suka istilah ‘talent management’. lebih pas dan universal. :D

  3. SREEEESEEEEEEETTTTTT!!!!!!

    ini akibat kebakaran di ym ya bokkkkk :) ))))

  4. mawi: MENURUT LOOOOOOOOOOOHHHHH????? =))))))

  5. menurut saya istilah ‘talent management’ pun kurang tepat…talent apa yang dipunyai banyak ‘seleb’ kita sekarang? mending ‘good looking management’ :) salam…

  6. abin: oiya ya? kalo gitu mungkin harusnya ‘celebrity management’ kali ya :D

  7. kalo hobi masak kayak gue gini dan menjuluki diri sebagai koki rumahan boleh gak Und?

  8. Ndutyke says:

    Olala, aku memakai istilah crafter ini untuk orang2 yg kerjaannya bikin2 aksesori handmade (wlo ide mungkin bkn 100% punya mereka sih). Trs pake istilah apa ya yg lbh pas? Hmmm…. #mikirsampelaper

  9. Setuju banget mba,emang sering bgt org membubuhi sesuatu hasil karyanya dgn “created by” padahal jelas2 mirip bgt dgn punya org..wkwkw

Leave a Reply