miund.com

Kami Cinta Monyet

Saat mengucap janji setia, tak terbayangkan bahwa dua kengehekan jika menjadi satu akan sangat berbahaya.  Case in point: saya dan suami.  Kenapa?  Karena kalau ada orang bilang ‘hubungan yang baik adalah yang saling melengkapi’, saya merasa kami jauh lebih lengkap dari ransel pramuka *eaaa*.

Eniwei, kisah kedodolan malam ini adalah akumulasi dari celetukan-celetukan yang sudah agak lama sering kami lontarkan kepada satu sama lain.  Awalnya ini inside joke banget, tapi lama-lama saya gak tahan juga huakakakakk!

Jadi gini:

Di deket rumah saya, terdapat sebuah rumah yang menerima pesanan kebaya.  Bahasa 80′annya: modiste lah gitu.  Konon si modiste ini sudah cukup kondang di kalangan para calon pengantin dan penggila kondangan se-Jakarta, bahkan banyak yang rela jauh-jauh datang dari luar kota untuk memesan kebaya ciamik di sini.  Kebetulan saya juga memesan kebaya pernikahan saya di situ… dan hasilnya sungguh baguuuus sekali.

Tapi bukan modistenya yang jadi poin cerita ini.

Kebetulan tante pemilik modiste ini memelihara dua ekor monyet.  Karena modiste ini bernama Selly Melly, maka saya dan suami dengan asalnya memberi mereka julukan ‘monyet Selly Melly’.  Monyet-monyet ini tampak jinak sih, tapi cukup bikin deg-degan tiap kami ke sana, karena mereka tampak yang waspada dan pengen melompat trus kenalan sama kita gitu.  Tapi gak pernah kejadian dan on some levels, saya pikir kami sebenernya emang pengen kenalan juga tapi malu *eh.

Naaah, saking pernah intensnya bolak-balik ke Selly Melly dan sering berpapasan dengan monyet-monyet ini, saya dan suami sering menyelipkan mereka dalam becandaan sehari-hari.  Contoh:

Situasi:  Saya berjoget-joget sendiri (yes, I do that a lot)
Suami: “Kamu ih joget-joget kaya monyet Selly Melly”

Kebayang ya, kurang lebih gimana.

Nah saking seringnya, barusan saya habis mengganggu konsentrasi suami saya yang sedang bekerja, dengan cara men’dusel’ ke lengannya (yes, I do that a lot when I’m bored).  Lalu terjadilah percakapan ini.

Dia:  “Ini apa sih mencoba menarik perhatian suaminya sendiri?”
Saya:  “Daripada mencoba menarik perhatian suami orang?”
Dia:  “Oiya ya, daripada mencoba menarik perhatian suami monyet?”

Lalu tanpa sadar, kami berbarengan berkata…

“…RIBET YA MESTI KE SELLY MELLY DULU…”

HAHAHAHHAHAHAHAHA!!!

Seperti biasa abis itu langsung dibahas:

Dia:  “Kasian loh monyet-monyet Selly Melly itu.  Pasti mereka kalo jalan suka kesandung karena sering kita omongin.”
Saya:  “Iya trus kalo makan pasti suka kegigit lidahnya.  Kasian ih.”

Yang terjadi selanjutnya adalah: dia kembali bekerja dan saya menulis post ini.

Sekian.

9 Responses to “Kami Cinta Monyet”

  1. Ah, sederhananya (jatuh) cinta..

    *smcm iri* ;) ))

  2. SELLY MELLY… shit u guys are getting worst each day..
    *sok, padahal kangen*

  3. Danny: jangan suka iri aaahh… *jawil dagu*

    Maris: when people tell you that married life is romantic, don’t believe them. in our case, the household look more like a frat house rather than your regular rumahtangga HAHAHHAHAHAHAH WE MISS YOU MORE!

  4. jangan-jangan dua monyet itu pun suka bahas kalian hahahahaha..

  5. Romantic is boring, isn’t it? :D

    Misi nyenggol-nyenggol sukses ya, menghilangkan kebosanan, hahaahaha

  6. when selly met melly…
    one of them must be very grumpy. *sok tau*

  7. Monyet Selly Melly pernah nyaplok karet pintu mobilku …. dgn tampang tak berdosa….

  8. mbak miund..bukannya kbaya manten mbak dijait mama tercinta?jadi selly melly adalah…..
    buakakakakka…piss ahhh

  9. leonie: coba baca baik2 deh cerita lainnya. kebayanya dijahit sama Selly Melly. gaunnya dijahit sama mama. a girl can have two wedding attires, can’t they? and no, no ‘piss’ is allowed here ;)

Leave a Reply