Baru buka-buka archive blog jadul dan menemukan posting sialan yang ketika dibaca ulang bikin ngakak sendirian tengah malam. Entah mengapa naskah ini gak dimasukin kedalam buku GOKIL! Sebuah Kompilasi Kedodolan. Ah who cares lah ya… Silakan dinikmati saja sajian pertama rubrik “Inget Gak?” bulan ini. Mulai hari ini, sesekali saya akan memunculkan tulisan-tulisan dodol dari masa lalu untuk menghibur diri dan juga teman-teman yang baru mampir saat blog tersebut udah diterbitin jadi buku dan bermigrasi ke alamat yang lebih kece yaitu miund dot com. Buat pembaca lama yang rajin ngikutin petualangan bodoh saya dari jaman Blogdrive.com mungkin masih inget sama kejadian tolol berikut:
Kekatroan Abad Ini…
September 14, 2004
Setelah menempuh weekend, kini saatnya memulai minggu baru dengan istilah yang jaraaaaanggg banget dipake orang: weekstart. Sebagai pemanis weekstart kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai sebuah hajatan yang semalam saya hadiri bersama mama. Mungkin bisa jadi referensi bagi yang pada mau nikah dalam waktu dekat.
Jadi ceritanya gini… saya harus harus harus menemani ibu saya ke kondangan ini karena ayah saya sedang berada diluar kota. Walau saya adalah orang paling MALAS pergi ke kondangan, gak tau kenapa kemaren sore jiwa dandan saya lagi ada di permukaan. Akhirnya, berbekal perut yang lumayan mengecil, saya berani memakai si little black dress yang udah lama disimpen di lemari. Itu aja masih rada gak pede, akhirnya bukan mirip Audrey Hepburn, saya malah lebih mirip Avril Lavigne karena tetep kekeuh pake celana panjang dibawah baju hitam andalan itu. Oh well, rock chick rules.
Naaahhh undangan ini tempatnya di Bidakara, Birawa Room. Cukup location-genic bukan? Makanya saya nggak merasa percuma susah-susah dandan sendiri.
Begitu masuk, kami disambut dengan suasana etnik Sunda yang kental. Rangkaian melati disana-sini dan sungguh apik tertata di meja penerimaan tamu. Sampai sini semua masih kelihatan normal. Setelah mengisi buku tamu dan memasukkan amplop ke kotak yang tersedia, saya dan mama pun bergabung di antrian PANJANG menuju ruang tempat perhelatan. Kami disambut para among tamu yang terdiri dari pasangan orang-orang setengah baya dengan kostum khas tanah priangan. Laki-lakinya ber-beskap, dan perempuannya berkebaya brokat. Nah disini keanehan mulai tampak karena walau masih sama-sama bernuansa BIRU, kebaya ibu-ibunya menggunakan warna biru MUDA, sementara beskap bapak-bapaknya menggunakan warna biru TOSKA KEHIJAUAN. Kalo jaman kuliah dulu saya memadu-padankan warna seperti itu, bisa-bisa dikira buta warna parsial. Tapi itu masih termaafkan. Apalagi ketika saya memasuki ruangan dan menemukan…
Pelaminan dari GEDEK beratapkan rumbia atau ijug. O em ji…
Rupanya pesta pernikahan ini mencoba mengambil tema (maap kalau saya salah mengartikan nih…) “Keindahan Alam Pedesaan di Pegunungan Jawa Barat”. Sebagai backdrop tambahan, di sekeliling pelaminan tampak pepohonan asli yang lazim ditemui di desa-desa seperti pohon PISANG, BAMBU, SEMAK BELUKAR dan lain-lain. Mungkin masih bisa diterima mata bila seluruh flora ini tampil segar. Tapi mungkin karena sudah didisplay sejak siang dalam ruangan ber-AC, hampir sebagian besar dedaunannya dalam kondisi layu dan sungguh kurang sedap dipandang. Tapi sekali lagi… itu masih termaafkan karena mata saya pun langsung tertumbuk pada sisi kanan pelaminan. Berikut saya list secara kronologis daftar elemen dekoratif yang ada di sisi tersebut JENG JEEEEENGGGG!!!!
Item 1: Lukisan alam (gambarnya tentu saja gunung, langit dan sawah) yang lazimnya kita temukan di studio-studio foto dimana orang biasa berfoto dengan latar belakang lukisan tersebut tetapi duduk dengan menggunakan bangku bakso.
Item 2: Replika mamalia yang biasa ada di persawahan: KERBAU. And to add the hilarity (and nausea) factor, there were TWO of them!
Item 3: Sedikit di sisi kerbau-kerbau tiruan itu ada dua AYAM JAGO hidup yang hanya dikurung dengan kurungan bundar tanpa alas apapun. Saya hanya kasihan sama petugas kebersihan yang harus kerja keras ngeberesin bekas ayam-ayam itu…
Item 4: Didekat ya’am jago itu, ada tiang pancang tinggi, yang kemudian ditemukan sebagai tiang kerekan kandang burung LENGKAP DENGAN BURUNG MERPATI PUTIH yang tampak sudah tertidur lelap ditengah hingar bingar suasana kondangan.
Item 5: Di sisi kiri panggung ada sebuah kolam kering berisi pasir (yang merupakan terusan dari kolam basah yang memisahkan panggung dan “daratan”). Dan di kotak pasir inilah bersemayam kira-kira 10 EKOR ANAK BEBEK HITAM (jangan bayangkan angsa putih anggun atau soang). Mungkin karena suasana ruangan ber AC yang dingin, anak-anak bebek ini menggerumbul di pojok kanan kotak dan tertidur dengan posisi meringkuk dalam suasana bertumpuk-tumpuk supaya hangat.
Oh no….
Saya emang ga tau siapa yang kawin itu karena bukan kenalan saya, tapi orang tua saya… tapi saya pengen komentar: duit ratusan juta untuk kawinan ini kayaknya mending dikasih ke pihak yang emang udah pro aja deh. Sumpah saya penasaran banget siapa EO-nya… sumpaaah…
Dan mengenai koordinasi warna ya… mohon jadi perhatian juga… karena terjadi kekurang-matching-an diatas pelaminan secara pengantin wanitanya memakai mahkota khas Sunda warna EMAS dan dipadankan dengan selop PERAK! Busananya sendiri? Masih dalam nuansa biru, hanya mereka mengenakan biru KEUNGUAN yang sungguh tidak matching dengan busana para among tamu yaitu biru LANGIT dan biru KEABUAN. 911 COLOR COORDINATION EMERGENCYYYYY!!!!
Pulangnya di mobil, mama sama saya langsung ngebahas abis soal kawinan itu. Dan sebagai penutup, mama ngomong gini, “Kalau kamu besok-besok kawin, mending kecil-kecilan aja tapi perfect. Jangan kaya yang tadi…” Iyalah. Saya rada anti sama hajatan yang TERLALU besar… bukan apa-apa… udah repot, kalo salah dicela orang pula! HAHAHAKAHKAHKK!!!
Ah sutralah… mo dikerokin terus langsung bobo… rada ga enak badan lagi nih…
semoga sehat-sehat sampai shooting minggu depan…
Yuuk ya yyyeeeeeuuuukkk….
hahahahakz.. ya mungkin mereka ingin semua piaraannya ikutan pesta kalee, kalo ditinggal dirumah takut ga ada yang ngempanin
untung waktu aku nikah, aku ngelarang bapakku buwat mbawa nyamuk2 piaraannya ke dalem gedung yaa?! hiehehehe..
“mbak, yen arep hajatan ki sak madya wae, rasah gedhen! wong liya kie isane mung nyacat. Apik dicacat, elek apa maneh… ” by : ibu mertuaku
hahahaha, temanya little house on the prairie a la priangan kali tuh und.
IntanAriestya: NAH. poinnya adalah, ga usah kegedean tapi ga dicela orang… betul?
fitri mohan: wah bo, kalo lo ada disana… lo akan mengerti apa yang gue maksud… HAHAKHAKHAKHK!!!
this post was on my bday hehe
stella: really?
you know i miss my old blogbuddies. we should definitely kopi darat sometime to reminisce the old times
gila.. yang punya taman safari kali yah?
kira2 ide gila itu dicetuskan oleh siapa ya?
orang tua apa pengantennya? sinting bener!!!
*no hurt feeling lo ya!
hey u,..
gue nemu blog ini dari buku “gokil”,.
keren,…
bukunya tentunya,.
komentar wenni bikin gue ngakak *lol,..
anyway, lam kenal yak,..
nggak nyesal beli bukunya
hehehehehe.. temanya sih dah beda, begonya ngapain tema gituan bikinnya indoor. dan kebonya tiruan.. walah. ga suka gw. ga fair. semua hewannya asli kecuali kebo. gw suka kebo yg idup. mantap.
HUAHAHAHA! gue inget tulisan lo yang ini
gue sbnrnya males ke kawinan hanya kalo temen2 rame2 ngajak dengan iming2 “yuk! ke kawinan si fulan! mari kita liat kecacatan apa lagi yang terjadi disana!”, langsung deh gue semangat ikut hihi.
gue pernah ke kawinan temen di Kemang, undangannya simple, nggak ada foto sama sekali…dilihat dari undangannya sih, kawinannya bakal se-simple dan se-elegan undangannya…oh ya kawinannya outdoor gitu deh, dan tempatnya memang rimbun dengan berbagai pepohonan..
pas nyampai depan tempat hajatan, masih nggak ada kecacatan…gue dan temen2 pun salaman dan langsung foto trus makan2…tiba-tiba temen2 gue bilang :
“Nyadar gak seh, banyak banget foto yang digantung di pu’un ?”
“Iya bo, banyak banget…rata2 ukuran 10R bo! gila mahal kali nyetak foto 10R sebanyak ini” (sumpah, banyak banget!)
“tapi bok, coba lo perhatiin lagi, rata2 kalo foto wedding kan biasanya foto mereka berdua..tapi ini ? ADA YANG PENGANTIN CEWEKNYA FOTO2 BARENG2 TEMEN2 KANTORNYA DI TANGGA, ADA YANG PENGANTIN COWOKNYA FOTO2 BARENG TEMEN2NYA DI RUMPUT (yg MIRIP FOTO DI FLYER SEKOLAH DI LUAR NEGERI EF HUAHAHA!)” (memang, foto mereka berdua jaranggg banget)
“trus ini nih, ada yang FOTO PENGANTIN CEWEK AMA BOS2NYA SEPERTI HABIS RAPAT TAHUNAN”
“tapi ini nih paling JUARA! kenapa FOTO BERDUA AMA OM FARHAN dipajang jugaaaa..berasa di WARUNG SOTO GEBRAK YANG FOTO PEMILIK BARENG KD, ROSSA, SUTIYOSO dipajang juga yaaa didinding…”
dan gue merasa senang menghadiri kawinan malam itu hihihi
marisa: menurut LOOOOHHH? HAHAHAKHAKHAKHK!
adwee: doain ajalaah. by the way: ‘no hurt feeling’ tuh apa ya artinya… BWAHAHAHAAHAHAHAKAHKHK!!!
bayu: makasih ya
bowo: ada foto sama OM FARHAN? SUMPAH LO??? HAHAHAHAHAAAAHAHAHAHAKHAKHK!!!
ydoea: iya ya harusnya satu idup semua idup! HAHA!
BENERANNNNN…merangkul OM FARHAN sambil ngacungin jempol! huahahaha!
sumpah mirip foto2 di soto GEBRAK itu…
Gw ngebayangin tingkat kesulitannya sama dengan memasukkan unsur keindahan alam parahyangan dalam video clipsnya Avril Lavigne…kalo ditambah kebo hidup? should be a very jurassic wedding party…..
hmm… membuatku memikirkan ulang rencana dekorasi pelaminan nanti xP
bowo: hm. apakah si mempelai ini saya kenal? *mulai aroma gosip membara* HAHAHAKHKAHK!
jurig: jurassic indeed. BWAHAHAHAHAKHK!
Kana: nah. pikirin deh. atau jangan ngundang saya daripada dicela
MIUND hehehe mungkin
tar aja bergosip ria kalo kita rame2 ketemuan…yeuk…
hahahah… iya… mau ngundang, tapi takut dicela.. jadi dilema.. *hayah*
Hmm… Gini kali yah kalo orang kebanyakan duit tapi ga ada selera.
mb’miund..mawuuu dwoonk EO nya..gw mau bikin wedding party yang ada onta nya neeh…