miund.com

Tentang Privasi

07.14.2008 · Posted in Mikir, Pertanyaan

Sebelum menulis lebih panjang dan lebar, saya mau mengucapkan pada Calon Artis yang memberikan kabar gembira bahwa tugas penting di studinya mendapat nilai tertinggi.  Bangga aku padamu, Nak! :D

On to the next subject…

Sebenernya bisa panjang kalo dibahas panjang lebar, tapi karena harus bekerja sebentar lagi, maka saya akan sedikit saja membahas hal ini.

Seberapa penting privasi untuk kamu?

Indonesia itu masyarakatnya pada dasarnya komunal.  Senangnya hidup berkelompok dan bersikap kekeluargaan.  Dan ini adalah kebiasaan yang amat positif, karena kita jadi belajar banyak tentang tenggang rasa, tepa selira dan istilah-istilah lain yang menggambarkan betapa tidak egoisnya kita sebagai manusia.

Tapi bukankah ada saatnya manusia harus egois?

Ketika dompet kita diambil oleh kawanan pencuri, kita merutuk marah-marah.  Marah ke malingnya, marah ke polisi karena kok ya nangkep maling dompet aja nggak bisa, terus marah ke diri sendiri karena sebenarnya ngeh banget kalo kita kurang amal.  Abis marah biasanya terus berdoa sama Tuhan, dan akhirnya bisa menerima bahwa dompet itu hilang bersama isinya.  Dan saat itulah kita membeli dompet baru sambil ribet ngurus ini itu ke bank dan ke kelurahan.

Intinya, apa pun yang hilang selama bentuknya masih benda mati, bisa diganti.

Apa yang terjadi kalau kita kehilangan waktu?  Tentunya sulit karena toko jam tercanggih di dunia pun belum ada yang ngejual jam yang bisa mutar balik waktu.

Kembali lagi ke masalah privasi, mungkin share kamar mandi udah biasa.  Pinjem-pinjeman baju juga gak masalah.  Minjem waktu sesekali pun oke aja.

Tapi pencurian waktu secara semena-mena?  Nah.

Wahai masyarakat (yang pada dasarnya) komunal (tapi suka sok individual), saya mau nanya:

Dalam hidup bermasyarakat… sejauh apa kita harus bertoleransi sampai akhirnya joged-joged ngaco sambil teriak histeris:

CUKUUUUUUUUUPPPPPPP!!!!!

Ada yang bisa jawab, hmmm?

7 Responses to “Tentang Privasi”

  1. calon artis says:

    privacy itu penting. makanya pager2an aja. meskipun malu sama mbak/mas nya. tapi tetep anonim. kan bisa pake nama samaran :P

  2. Kunaon bu? kecopetan?
    Tenang bu, ini wajar, kalo menurut Kubler-Ross yang dipertegas oleh Homer Jay Simpson, ibu sedang berada pada tahap ‘anger’ setelah ‘denial’. Berikutnya ada ‘bargaining stage’, lalu ‘depression stage’ setelah itu baru ‘acceptance’.
    Konon pencapaian ‘acceptance’ bisa dipercepat dengan secangkir kopi yang nikmat.

  3. calon artis: pembahasan tentang pager sudah dijabarkan di posting berikutnya. silakan menyimak.

    Abihaha: nggak. amit2 jabang bayi jangan sampe deh. cuma lagi mempertanyakan aja tentang privasi dalam struktur sosial terutama pertemanan. :D

  4. indocalita says:

    mmmm…agak dalem neyy…

    dalam hubungan apaun…yang namanya privasi tetap perlu, dan seharusnya sebagai teman yg baik ya bisa menghargai jika temannya membatasi diri dalam beberapa hal :)

    *semalam bis liat fotonya d Cita Cinta…kalem aja Mba…. ;p

  5. jadi, postingan ini intinya bagemana jeng miund? *lemot*

  6. *lemot juga*

    apa sih hubungannya privacy sama waktu???

  7. mmmm……
    kayaknya ada temennya yg abis ngaret nih mbak miund…
    hehe…sok tau…
    soalnya tiap kali temen2ku yg notabene “orang indonesia” ngaret…pasti ngerasain kayak gitu juga….”pencurian waktu secara semena-mena”….

Leave a Reply