miund.com

Anak SMA Atau BAJINGAN?

11.12.2007 · Posted in Marah

Kalau denger cerita-cerita soal gencet-menggencet udah biasa. Tapi hari ini saya membaca sebuah berita di koran yang mengganggu jiwa raga. Ceritanya sih seputar anak SMA pada berantem. Tapi -seperti juga waktu saya SMA dulu- saya nggak bisa ngerti apa esensi berantemnya. Gimana sih ceritanya?

Alkisah ada sebuah SMA Negeri yang cukup kondang di kawasan Lebak Bulus. Nggak mau nyepet seperti biasanya, saya kali ini mau lugas aja dengan menyebut nama SMA terhormat itu. SMA Negeri 34. Dan alkisah pula, ada sebuah geng yang berkuasa yaitu geng Gazper. Katanya, isinya ‘orang-orang terpilih’. Nah, geng ini dengan hebatnya merekrut anak-anak yang baru masuk untuk menjadi anggota, but for some fucking reasons (pardon my language), mereka yang ter-rekrut dengan paksa ini harus menjalani proses inisiasi yang entah gimana caranya membuat mereka bengep-bengep.

Sampailah pada korban terkini bernama Muhammad Fadhil (16) yang entah kenapa dihajar oleh para seniornya sampai babak belur… bahkan sampai patah tangan. Malah ada luka sundutan rokok segala macem. Membaca berita ini, saya sebagai MANUSIA, marah bukan main. Siapa sih para “jagoan” yang main hajar anak orang ini? Saya tahu mereka juga anak orang, tapi kenapa perilakunya nggak jauh dari binatang?

Soal anak-anak yang menghajar itu, sudahlah mari kita lupakan sejenak. Anggap saja darah muda mereka sedang menggelegak dan dipadukan dengan otak yang KOSONG maka menghasilkan KETOLOLAN luar biasa. Mari kita lihat sekolah yang menaungi para gangster wannabe brengsek ini. Kenapa geng yang katanya sudah menahun ini dibiarkan merajalela begitu saja tanpa ada tindakan apa-apa? Apakah sekolah terkait takut pada penggede-penggede geng ini? Apakah ada orang-orang ‘kuat’ yang nge-back up geng ini sampai sekolah yang harusnya MENGATUR bisa jadi DIATUR?

Sungguh saya tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan para orang tua yang kini putra-putrinya masih mengenyam pendidikan di dalam gedung sekolah SMA 34. Melepas anak berangkat setiap pagi tentunya jadi hal yang amat berat dan sulit dilakukan. Takut anak-anaknya pulang dengan luka, dan sialnya tahu bahwa sekolah DIAM SAJA dan tidak bertindak apa-apa. Mungkin sekarang bertindak karena malu jaya udah masuk media. Tapi kemaren-kemaren kemana aja? Kalau dulu saya pernah mempertanyakan kualitas generasi muda yang ngertinya cuma nangkring di Kemang Food Fest, kini saya ingin mempertanyakan kualitas manusia-manusia yang berani mengklaim dirinya sebagai GURU yang kebetulan mengajar di SMA 34. Tidak malukah Anda melihat siswa-siswa Anda berlaku seperti preman? Tidak adakah rasa peduli didalam otak dan hati Anda melihat murid Anda jadi korban kejahatan yang dilakukan oleh eng… siapa itu? Oh ya… MURID ANDA JUGA?

Gimana sih cara Anda semua mengajar sampai para murid ini jadi liar dan berperilaku layaknya bajingan-bajingan yang nggak berpendidikan? Sadar nggak sih kalau ini adalah salah satu tanggung jawab Anda semua sebagai guru? Dan buat para orang tua, kenapa Anda memilih diam? Takutkah pada sekolah yang cukup arogan untuk membiarkan anak-anak Anda dihajar para seniornya? Kenapa takut? Nggak enak sama orang tua yang mukul?

Budaya Indonesia kadang gila. Perilaku ‘nggak enak’ kok dipelihara.

“Mama mama aku dipukul sama anaknya tante itu”
“Jangan nangis dong sayang, nggak enak sama tetangga”

KOK?

Pemukulan Fadhil sudah keterlaluan. Apapun alasannya, monyet-monyet yang menjadi pelakunya HARUS ditindak tegas. Kalau dianggap mematikan masa depan, maka bukan pihak-pihak yang mengadukanlah yang mematikan masa depan mereka. Mereka sendirilah yang bertindak bodoh dan kebodohan sialan itulah yang harus mereka bayar dengan masa depan suram. Ada orang-orang tertentu di dunia ini yang harus menghadapi kerasnya hidup, sebelum mereka benar-benar menghargai hidup. So what, yang terjadi nggak bisa diulang lagi, dan mungkin bila dinding sekolah nggak cukup mengajari mereka, mungkin dinding penjara bisa lebih efektif dalam berperan.

Untuk para guru SMA 34, Anda juga pernah jadi siswa SMA bukan? Bikin kelas penyuluhan akan AMAT SANGAT TIDAK EFEKTIF. Maukah Anda dihadapkan dengan segerombolan anak yang menatap nanar saat Anda semua berkoar tentang hidup harmonis, sementara pikiran mereka sudah nyebrang ke CITOS? Aduh, cari cara yang lebih kreatif deh. Gimana generasi nggak pada jadi manja dan beringas kalau guru-gurunya aja nggak ngerti cara menangani muridnya? Think, people. Kembalikan rasa hormat masyarakat pada profesi Anda. Guru udah banyak dilecehkan, masa mau terus-terusan dilecehkan? Terutama dalam kasus bodoh seperti ini. Apa nggak malu?

Buat para orang tua pentolan geng ini, nggak perlu resah gundah gelisah liat anak dipenjara. Kadang tempat yang nggak banget seperti itu bisa bikin orang ‘sadar’. Bagus kan dibantuin? Tapi memang dengan amat berat hati saya harus bilang bahwa sesalah-salahnya para guru, kesalahan terbesar ada pada Anda. Masa depan anak Anda ada di tangan mereka sendiri, tapi bukankah harusnya Anda yang membimbing mereka? Kemana aja? Sibuk ya di kantor? Perlukah saya kasihan?

Dan buat anak-anak SMA yang sok jagoan, belajar aja dulu deh, nggak perlu banyak gaya. Kalian belum tahu hidup itu seperti apa. Hidup diluar tembok SMA itu keras. Dan kalau kalian pikir gencet-menggencet dan gebuk-menggebuk itu ‘melatih mental’, maka kalian TOLOL. Situ pikir di kantor digebukin? Pikir cara ngejar deadline, ngatasin tekanan, ngadepin bos yang keras kepala dan gimana cari uang yang bener dan halal. Bukan gimana ngegebukin temen walau dia nggak salah. Gimana sih, goblok amat. Gak usah sok senior lah, di dunia luar BANYAK yang lebih senior daripada kalian semua. Masih SMA aja udah anarkhis, mau jadi apa kalo lulus? Pantes banyak pengangguran, kalo ngeliat mental kalian yang pengen jago-jagoan. Cuma pamer status, ngertinya ngehajar orang doang. Salahkah kami-kami ini kalau bilang banyak diantara generasi kalian yang NGGAK MUTU?

Buat yang anak-anak SMA yang baca dan merasa saya menggeneralisir, silakan merasa seperti itu. Poin saya jelas, saya MENYERANG anak-anak SMA yang doyan berantem. Jadi, nggak perlu buang-buang waktu dan bandwith untuk bilang saya nyerang kalian yang nggak merasa seperti itu. Karena kalo kalian memang PANDAI, maka kalian akan bisa membedakan mana yang saya maksud dan mana yang bukan.

Malu-maluin banget. Setahu saya SMA 34 itu masuk kategori SMA favorit (at least jaman saya dulu). Kenapa sekarang mesti dikotori oknum-oknum murid brengsek seperti ini?

Kalau ada anak SMA 6 yang brengsek juga, saya selaku alumni juga nggak akan segan-segan menghajar kalian disini. Jadi tolong jangan bikin malu saya, Rano Karno, Yessi Gusman, Loemongga, Cindy Fatika Sari, Nia Paramitha dan semua alumni SMA 6 yang lain. Catet.





75 Responses to “Anak SMA Atau BAJINGAN?”

  1. Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang GOBLOK yah…
    Mereka melakukan tindak kekerasan, tapi tak pernah berpikir seandainya mereka yang menjadi korban kekerasan, jika uang sudah menjadi segalanya, maka hanya satu cara untuk menaklukannya : HANCURKAN!!!

  2. AstridBenget: mau keadaan mereka meneyedihkan atau ngga, mau mereka dibawah umur atau ngga…. the crime has been done, they have to pay for it.

  3. astried: hai astried, and with all my respect as well, yang saya komentari dengan begitu pedasnya disini kebetulan menyandang nama GAZPER di media. sumber saya adalah media, dan dari media itulah saya tahu tentang keberadaan “geng” (yang ternyata nama angkatan ini). apapun pemberitaan di media, bila sampai terdengar di media dan dicerca dari berbagai pihak, saya rasa itu konsekuensi yang harus dihadapi para tersangka. dan ya, saya paham kalau keadaan mereka pastinya menyedihkan. siapalah tak sedih masuk penjara. mengenai fadhil yang sembuh dan sudah ‘baik-baik saja’, saya mengucap syukur karena ia sekarang dapat belajar dengan tenang tanpa harus diganggu oknum tak bertanggung jawab. jadi, sebagai alumni yang juga anak gazper angkatan pertama, saya rasa sebaiknya kamu dan teman-temanmu yang juga merasa nama baik gazper tercoreng karena kejadian ini turut membantu sekolah melindungi angkatan-angkatan yang lebih junior. prinsip saya tetap: yang salah harus membayar. bila penjara jawabannya, so be it. thanks ya :)

  4. mba miund, makasi lho atas kata2 bijaknya.
    saya mau matur nuhun nih mba, permisi.. mo komentar sedikit buat yg anonymous diatas, siapapun dirimu, saya disini netral senetral2nya. oia anonymous, makasi atas kunjungannya ke blog saya ;)

  5. Hmm, berarti kita seangkatan nih Und :D

  6. astried: Terus, respon elo tentang pendapat gue apa? Jawab dong disini… gue kan komennya disini….

  7. [...] 17, 2007 in Hari ini, Hasil Blogwalking, Indonesia, Saya Baca postingannya Miund tentang Anak SMA atau BAJINGAN, bikin saya mikir “Hei..Apakah ada sesuatu yang salah dengan [anak-anak] sekolah jaman [...]

  8. yahh…
    mariii.. marii.. kita berdoa..

    semoga geng GAZPER yang tlah lama berkuasa ini dapat membenahi diri..
    ada hikmahnya kan smua kjadian ini ??

    kepala sekolah yang ternyata slama ini ga pernah tau keberadaan geng brutal di sekolahnya ini.. sekarang jadi tau kan..?? (bo’ong bhuanget yaaa?? DUSTA!!gmana cara dia bisa ga tau??? niat nglepas tanggung jawab ya?? )

    trus buat angkatan” dibawahnya, bakal jadi mikir kalo mau semena” lagi.. secara menurut pengakuan tersangka di media tadi siang,, dia ngelakuin semua ini karna emang ini udah jadi tradisi dan dendam karna dulu waktu mreka kelas 1 juga sering di aniaya..
    semoga tradisi ga penting ini dapat diakhiri sampai disini..

    misiiiii…

  9. m’miund.ikut comment ya..aku dulu juga alumni 34,.aku ang ke 3..
    cm mau nambahin aja.siapapun yg jadi alumni sekolah yg masuk berita krn sesuatu yg negatif, pasti malu, krn selama ini sekolah itu dianggap sekolah yang “lurus”. dan setau aku, dulu gazper diada-in untuk ngilangin senioritas disekolah.tapi makin kebawah, adanya gazper ternyata disalah artikan..

    mencuat nya kasus ini juga krn tindakan dr kepala sekolah yg meminta org tua fadhil untuk membuat laporan visum, yg secara gak langsung membuat polisi untuk melakukan tindakan penyidikan.

    saya juga ga setuju banget kalau adanya gazper malah merusak dan menindas adik2 kelas..krn seharusnya angkatan atas menjadi contoh untuk adik2nya..

    dan semoga aja kejadian kyk gini gak pernah ada lagi,,
    :)

    makasie..

  10. yah, gitu deh. yang bikin indo jadi looser di segala bidang kehidupan. tanya kenapa?

  11. klo saya rasa hrsnya kamu jg bs ngerti koq knp bs ada kejadian seperti itu.. seperti yg laen jg ada bilang
    mereka cm anak2 remaja yg emosinya lg meledak2 dan sayangnya tidak ada yg bisa membatasi itu..
    mengingat di 6 kyanya kondisinya jg kyanya ga jauh beda.. cm mungkin tidak terdengar aja.. dr ank. lama2
    saya bnyk dengar cerita tentang ribut2 yg bkn patah tulang dll.. malah menurut saya kekerasan itu sendiri
    terjadi turun temurun krn ank. yg diatas.. ya krn remaja skrg semakin kreatif jd ya akibatnya jg lebih kreatif..
    jd salah siapa?.. menurut saya sih kita ga usah salah2an, kta sama2 benerin aja sistem yg udah terjadi ini..
    saya jg alumni 6 ank 2003.. salam..

  12. bos miund, hebat ya sma di jakarte yg penuh dengan artis, kalo di daerah kaya gue….boro-boro artis, mungkin kalo ada dari guru sampai tukang kebun pada minta tanda tangan tuh……
    Tp bener lho, yg bikin sedih…mereka sudah pada niru tawurannya dan sering masalahnya hanya sepele…hanya ejek-ejekan, yang lebih parah lagi…mereka malah kebanyakan dari gol. eko menengah ke bawah…….Kenapa bisa begini??? sedikit banyak kayanya tontonan kita jg sangat berpengaruh, sinetron yg banyak menebar mimpi….tp kenapa pemerintah nggak turun tangan ya…….sebenarnya mau dibawa kemana indonesia raya ini…….mereka hanya mementingkan kepentingannya sendiri yg sesaat tp nggak mikirin jangka panjangnya……aku jg sering sewot, bos…ok! thanx sentilan utk generasi ini……!!!

  13. [...] layak disebut alumni.  Trus saya juga alumni SMA 6 yang walau berantem-berantemannya gak separah SMA lain tapi tetep lolos EBTANAS dan lulus dengan nilai memuaskan yang kemudian menggiring saya masuk ke [...]

  14. ya c mungkin keterlaluan banget…!!!!
    tapi pasti mereka punya alesan kan !!!!!
    kita juga jenuh kLo harus di skuL beLajar teuz !!! tapi mungkin nsa gitu juga kLe ya !! he
    ya namana juga anak2 sma !! masih banyak Labilna kan ????!!!!
    ya moga ja pada bisa sadar ja buat mereka……….
    makasih bisa ikutan nulis…..he

  15. unknow: ehm, cuma pengen koreksi aja dikit… yang bener adalah UNKNOWN.

  16. QUOTE:
    Gimana generasi nggak pada jadi manja dan beringas kalau guru-gurunya aja nggak ngerti cara menangani muridnya? Think, people. Kembalikan rasa hormat masyarakat pada profesi Anda. Guru udah banyak dilecehkan, masa mau terus-terusan dilecehkan? Terutama dalam kasus bodoh seperti ini. Apa nggak malu?
    ENDQUOTE

    If only you know how degraded are the morality of our teachers nowadays. Not because they want to, but the system makes them so. What do you think: with the salary of IDR 1.5-2.0 million per month you ask them to think how to handle the pupils?? Even they have to fight for their own living (and families)?? Do you realise the acute problem behind?? And … when they demonstrated for their rights, where is the support from the society? Null.

    I’m 34 alumni and ashamed too. Thinking now how to contribute in helping the school. Seems that it losts the sincerity and love I experienced years back ago.

  17. weiiiiiiiiiiiiii…
    nyantai dooooooooooooooong…

    sekolah gue gak kampung2 amt…
    jangan ngejudge keseluruhan SMA 34 gara2 seonggok anak2 g btanggung jawab itu.

    jujur gue malu..
    tapi gue tau betul gimana guru2 di sana udah hampir gila ngadepin GAZPER…
    jangan nyalain guru2 DEH!!!!
    dia udah di ejek2 ma anak muridnya(gazper terutama)
    trus kalian malah nyalain guru2 di saa yang gak mikirin anak2 didiknya???
    anak2nya aja tuuuuuuuuuuuuuu

    gue sebagai alumni yang temen2 gue banyak anak gazpernya,ngerasa kok pada subjektif banget sih ngenilainya…

    lo lo pada gak tau ajaaaa..
    tmen2 gue (wktu d rekrut) emang ditonjok..
    tapi ASLI maksimal 3 pukulan…
    itu dimana2 banyak kalle!!!!
    bukan sekolah gue doaaaaaang…
    salain negeri tercinta lo ini d!!!
    jangankan SMA gue, SMA 8 yang dibangga2in juga ada…
    REALISTIS AJA DEEEEE….

    YANG SALAH TUH ORANG TUA YANG GAK PEDULI MA ANAKNYAAAA
    GAK BECUS NGEDIDIKNYAAAA
    ampe bentuk moral yang GILA banget…

    buktinya gue aman2 aja di SMA 34,,,

    dan anak2 gazper gak semua pada otaknya jongkok dan gak bermoral…
    banyak banget temen2 gue yang sukses banget di perguruan2 tinggi negeri…
    dan kaya giring nidji… dia anak34 dan GAZPER juga…
    tapi pada suka…

    OBJEKTIFLAH YAAAAAAAA

  18. tambahan…

    saya bukan komentarin yang isi blog ini…

    saya komentari media massa yang beredar waktu itu…

    gak etis banget!!!!

  19. panji: couldn’t agree more.

    myeo: tolong baca artikelnya lebih teliti deh. jangan cuma sepotong-sepotong abis itu maki-maki. oke?

  20. sori kalo saya gak etis juga…

  21. myeo: nah, kalo marahnya sama media massa, gimana kalo bikin surat pembaca aja? ataaauu… bikin blog sendiri mungkiin?

  22. Saya juga alumni SMA 34, lulus SMA tahun 1984. Lalu kuliah di FISIP UI. Alhamdulillah kami baru reuni kecil-kecilan dan Insya Allah akan ada reuni lagi satu angkatan (84) tanggal 30 Mei 2008. Jaman waktu kami SMA tidak ada Gang Gazper.. jadi anggapan yang mengatakan bahwa Bullying itu sudah kulturnya SMA 34 adalah salah besar. Kami saling berteman baik dan mendukung satu sama lain.. Bahkan hingga kini kami tetap akrab dan saling silaturahmi. Kami (tetap) bangga dengan SMA 34. Karena melalui sekolah tersebut kami bisa melangkah kedepan menghadapi hari-hari dengan gemilang. Alhamdulillah..

    -meita-

  23. GW mo ikutan nimbrung,
    to miunds gw setuju abiz sama semua komen loe. gw alumnus sma 34 tahun 92. Gw juga dulu anak genk (walaupun dulu belum terformalkan namanya, karena hanya genk nongkrong2 trtma di warung depan bakso ‘CINDA’ or di lorong lab). dulu gak ada itu aksi brutal penindasan ala gazper. kalaupun ada masalah biasanya kita selesaikan cukup yang bersangkutan dan kita nonton aja.gak ada tuh aksi keroyokan. gw nyesek juga denger sepak terjang gazper via media.
    to miunds, kayaknya emang sistem pendidikan kita yang sudah sangat komersil yang membuat suatu sekolah favorit (baca: mahal) justru menjadi ladang subur berkembangnya genk2 ala mafioso.

  24. BETUL !!!!!!!!!!!!!!

  25. hapus tuh ospek!!
    karena ospek ngebiasain penindasan senior ke junior!

Leave a Reply