miund.com

Serius

05.16.2007 · Posted in Mikirin Negara, Pemerintah

Saya sudah menduga bahwa posting saya yang ini akan menuai berbagai tanggapan. Tapi banyak tanggapan yang agak keluar konteks, sepertinya -tidak hanya di blog ini, banyak pula yang mengemail melalui japri-. Maksud hati menunjukkan kemarahan pada keadaan (more specifically pada pemerintah yang diem aja tersebut), apa daya karena hampir selalu posting dengan becanda, saya pun dipikir sebagian orang becanda juga soal aki-aki bule yang melakukan bisnis biro jodoh.

Nggak. Saya nggak becanda.

Saya nggak bilang bahwa menikah dengan pria asing itu salah. Saya nggak bilang bahwa perempuan yang menikah dengan pria asing itu semuanya gold diggers dan berwajah spesifik (baca: eksotis dalam konteks ‘pembantu’). Saya benci sama stereotipe yang diberikan orang banyak pada perempuan-perempuan yang menikah dengan pria asing ini, karena lihat selebritis kita. Banyak yang cantik, anggun dan berpendidikan… bersuamikan pria asing yang terhormat. Tidak hanya selebritis, banyak perempuan-perempuan Indonesia yang menikah dengan pria asing dengan level pendidikan yang sama tingginya, status ekonomi yang sama tingkatnya dan tujuan yang sama baiknya.

Lalu kenapa sebagian dari kita masih memandang rendah pada bangsa sendiri?

Benar adanya bahwa sebagian perempuan Indonesia yang berjalan dengan pria kulit putih berkulit sawo matang dan memiliki ‘look’ yang eksotis. Tapi ini bukan harga mati bahwa para perempuan yang dimaksud berasal dari golongan yang butuh uang banget dan menghalalkan segala cara untuk meraup dollar. Apakah salah punya kulit cokelat dan rambut di-highlight? Tidak, rasanya.

Pentingkah posting kali ini?

Penting. Karena kalau kita sebagai orang Indonesia masih mengkotak-kotakkan dan memandang ‘miring’ bangsa sendiri, terus suara siapa yang bisa nyampein kebencian kita pada kesalahan persepsi orang asing pada kita? Gimana caranya kita bisa ngebetulin persepsi orang kalau persepsi kita sendiri aja masih kacau dan cenderung merendahkan? Saya nggak mau sok serius. Saya serius, kali ini.

Yang perlu diubah adalah pandangan sebagian orang asing ke bangsa kita yang masih cenderung merendahkan. Kalo balik ke realita, memang benar Indonesia masih banyak berisi orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan dan belum mendapatkan pendidikan yang baik. Tapi di realitanya juga ada lho orang-orang berpendidikan yang seharusnya bisa ngebelain bangsanya sendiri dengan nunjukin bahwa bangsa Indonesia ngga bisa dipandang rendah.

Dan saya yakin teman-teman saya adalah orang-orang berpendidikan tersebut.

20 Responses to “Serius”

  1. yang di website itu… illegal ga sih? isn’t it like trafficking people?

  2. kenapa kita maish memandang miring dan rendah bangsa sendiri. hm, mungkin karena ga ada yang bisa dibanggain kali yah

  3. bebe: not trafficking, maybe not illegal either, but definitely insulting indonesian women. and as for ‘nggak ada yang bisa dibanggain’, HELLO! you just said yesterday that you were proud of me. i know it’s on a personal note, but again: am i not a woman? more importantly: am i not indonesian? there are tons of people and things in indonesia to be proud of. and we should let the world know about it so they don’t see indonesians as dumb-asses.

  4. Sepakat. Soal An Asian Wife ini emang lagi ramai di bahas, terutama setelah si penggagas websitenya di tampilkan di Jakarta Post. (saya tulis juga disini: http://anotherfool.wordpress.com/2007/05/02/bandot-tua-jakarta-post-dan-indonesiaku-yang-malang/)

    Ya, siapa lagi yang mau mengharga bangsa kita sendiri kalau bukan kita! Kalau enggak, bakal jadi korban bulan2an terus deh (dengan berlindung di balik istilah ‘exotic’)

    Salam kenal. Nemu linknya dari blog Jennie S Bev.

  5. then maybe they are not exposed well

  6. say coklat dengan rambut hailait.pernah merah, ungu, pink, pirang. heheheheh…
    ga salah kok.
    saya tetep brasa cantik ajah…
    heheheheheh…

    oya, saya sangat menghargai saya.
    tapi emang suka rada sebel sama cewek yang gaet bule trus jadi rada sengak.
    mau dia putih
    coklat
    “spesifik”
    indo
    eksotis
    saya ga peduli.
    kalo sengak ya saya sebel.

    lagyan ngapain sengak sih dapet bule?
    siapa tau si abang bule di negara asalnya cuma tukang sampah.
    ato loper koran.
    bukannya menghina swatu pekerjaan.
    cuma, kadang saya pikir kebanggaan mereka terlalu berlebih.

    mendingan saya.
    pacar saya org jawa aseli.
    eksotis dn ganteng.
    hwekekekekek…

  7. bo… situ nulis sair lagu ya? kok ber-bait ria ginih…

  8. karena yang katanya ‘berpendidikan’ itu kadang suka malu dan ga mau mengakui bahwa mereka yang ‘eksotis’ itu masih sodara sebangsa dan setanah airnya sendiri. well, ga semua begitu memang, tapi kebanyakan begitu Teh.

    saya sendiri sangat bangga jadi perempuan Indonesia. meski kadang suka kecewa dan pernah terlintas untuk minta suaka ke negara lain *yang langsung ditoyor sama temen2 saya* tapi saya tetep bangga jadi perempuan Indonesia. kita punya banyak budaya yang sebetulnya bisa jadi ciri khas buat negeri kita ini. dan saya sangat menghargai, dengan siapapun perempuan Indonesia memutuskan untuk menikah. dengan lelaki lokan Indonesia ato blasteran, ato bule aseli. itu toh, hak asasi mereka. dan mungkin juga *only God knows* jodoh mereka di dunia.

    tapi sayangnya, ya, seperti yang dibilangin jeng suep. rata2 perempuan ‘eksotis’ yang berhasil ‘ngegaet bule’ itu ujung2nya suka jadi sengak. dan ga menunjukkan jati diri bangsa kita. misalnya, dandanannya jadi sok kebarat2an tapi ga cocok sama acara ato tempat dy berada saat itu. ato, jadi menganut gaya hidup masyarakat barat yang *katanya* serba bebas. mungkin itu sebabnya kenapa banyak yang mandang sebelah mata sama mereka.

  9. map, ko jadi kaya numpang posting ya Teh… ^^v

  10. und daku baca beginian …..pengalaman pribadi und ….. biar udah lama masih kerasa ..kerasa sengak maksudnya …..

    EITS ! Sampeyan OJO NGGUYU !!! ehehehehe

  11. gue dulu ngga suka cowo bule tapi skrg gue mengerti kenapa beberapa cewek bisa comfort dan memilih untuk jalan sama bule ketimbang sama-sama orang indonesia juga…………. kenapa? ada yang salah dengan lelaki indonesia? but we as humans, don’t we always look for the better?

  12. yup, s7 neh! gw jg bangga ma indonesia meski kbykn tmn gw gk. pribumi ndiri sk sbel ma gw krn gw cina, tp gk smua bgitu. nah, mungkin krn gw hidup di lingkungan yg isinya cina2 n blasteran lainnya, gw hampir gk pernah ktmu org yg bs banggain indonesia.
    tmn2 mank sll blg gk ad yg bs dibanggain dr indonesia. bukannya gk ada, tp byk! cm mrk aj yg picek! liadnya yg jelek2nya ajah!
    trus qt2 ini kan WNI… klo k luar negri, qt masih bw nama negara qt. trs klo qt gk bs banggain negara qt, payah donk! gmn qt mw bela ngr qt klo ada jelek2in? trs klo jln nunduk terus donk?

  13. areta: hm. seneng dengar ada yang masih bangga sama Indonesia. tapi btw, situ lagi posting komentar apa kirim SMS ya? kok pake singkatan semua? BWAAHAHAHAHAKAHKAHKAHAKHAKK!

  14. gimana ya? bukannya tipikal orang indo untuk ngeremehin bangsa sendiri?
    scara kerjaan bisa diliat di kita yg cnderung ngasi tender susahan ke pihak asing kan?
    conto simpel mah ya cap made in indonesia yg seakan hina dina durjana gitu. ato dlm kasus kmrn, emang banyak kan kaum perempuan yg emang ‘mata bule’? terpelajar atopun nggak.

    gw? saat ini gw malu jadi bangsa indonesia. makanya gw bakal mati-matian demi ngeharumin negri ini supaya someday, anak dan cucu gw bisa bilang dengan bangga,
    “SAYA ORANG INDONESIA. DAN SAYA BANGGA.”

  15. aga out of topic, tapi gw bwner2 pengen, saat dimana produk indonesia ditulis,
    “proud product of indonesia” ato “dibuat di indonesia, dengan kebanggaan”
    saat dimana orang indo bangga sama negrinya sendiri. phwh.. jadi.. sentimentil..

  16. hehe.. biar gk kepanjangan. jd singkat2.
    gw mao bilang makasi. blog gw yg ud rada basi akhirnya ke update jg stlh gw baca ini. menginspirasi gw deh…
    thanks yah!

  17. ydoea, aq s7 ama km… ud saatnya qt bangun Indonesia (duh, jadul bgt kalimatnya..). drpd qt cm ngomongin duank.. gk ada hasil.

  18. Meltje, postingan kamu bahwa bule men are BETTER than Indonesian men is so insulting, generalizing and also RACIST. Itu membuktikan bahwa kamu punya inferiority syndrome, self hatred dan menganggap semua-semua yang di luar negeri itu lebih baik. I feel sorry for you.

  19. Gue ngga setuju klo kita generalis semua ce Indonesia yg nikah sama bule tipikalya gitu semua, kuliat coklat, dan kata lo bertampang pembantu?
    Ato gold digger
    Lha kakak2 gue nikah sma bule seumuran, pas nikah baru mulai kehidupan mereka, dari tinggal di studi (apartemen 1 kamar) sampe akhirnya punya rumah sendiri

    Trus kakak gw yg nomor 2 pas nikah posisinya udah editor di Koran grup gramedia..gold digger??? Ngga lah. Mungkin buat ce2 ga bener yg ketemu bule2 tua di bar iya kali ya

    Kakak2 gue malas bgt klo ketemu ce indo di sana yg merit sama bule kayak tua..yg diomongin Cuma harta muluuuu, pdhl dulu ketemunya di hotel, dan ce ini Cuma apa tuh namanya yg tugasnya bersih2 kamar hotel??

    Nyalahin mereka?? Pemerintah kita juga ngga mau aware sama pendidikan..pendidikan dibuat mahal..coba klo pendidikan kita bagus, smua org bisa kerja bisa punya uang untuk hidup layak

    Kebetulan 2 kakak gw nkh sama bule yg gag pernah tinggal/ menjejakkan kakii di Indo,
    Dan bule2 yg spt ini biasanya respect kok sama org indo..

  20. oceanebleue: coba baca lagi deh posting ini baik-baik baru komentar. kamu kelewatan paragraf ini kali…

    Saya nggak bilang bahwa menikah dengan pria asing itu salah. Saya nggak bilang bahwa perempuan yang menikah dengan pria asing itu semuanya gold diggers dan berwajah spesifik (baca: eksotis dalam konteks ‘pembantu’). Saya benci sama stereotipe yang diberikan orang banyak pada perempuan-perempuan yang menikah dengan pria asing ini, karena lihat selebritis kita. Banyak yang cantik, anggun dan berpendidikan… bersuamikan pria asing yang terhormat. Tidak hanya selebritis, banyak perempuan-perempuan Indonesia yang menikah dengan pria asing dengan level pendidikan yang sama tingginya, status ekonomi yang sama tingkatnya dan tujuan yang sama baiknya.

Leave a Reply