miund.com

Puisi Saya :)

02.20.2012 · Posted in Nostalgia

Entah karena baca twit-twitnya @aryanbul tentang perbedaan, atau entah kesamber setan apa waktu perform di TIM kemaren, mendadak beberapa hari ini -terutama sore ini- saya rinduuuu banget berpuisi. Kenapa? Sebelum nulis naskah sinetron, nulis blog, nulis buku dan nulis materi stand-up comedy, saya lebih dahulu berpuisi.

Dan mau ngaku dosa dulu: sering lupa sama akar :( maafkan saya dewa-dewa puisi di mana saja Anda berada…

Entah kapan saya berhenti berpuisi. Gak tau juga kenapa berhenti. Apa karena waktu itu hidup saya lagi bahagia dan kurang galau? Nggak juga sih, galau-galau amat juga enggak. I was born a happy person so I don’t have that cloud over my head that prompts me to be an all-time poet *yes that’s what I used to think about poets hahahaha :D

Tapi begitu gatelnya sore ini pengen berpuisi, saya jadi bongkar-bongkar arsip lama dan menemukan salah satu puisi saya yang dimuat di Antologi Puisi Cyber Graffiti Gratitude yang terbit tahun 2001. Yes, waaay before Twitter and the infamous galau hashtag. Dengan malu-malu saya persembahkan, secuil otak Miund tahun itu. Here goes:

Sahabat Karib

Suatu sore, air dan api duduk di sebuah kafe
Seperti biasa mereka minum espresso,
asbak dihadapan mereka penuh puntung Marlboro putih

“Kudengar kemarin kamu melalap pasar,” ujar air
api hanya tersenyum kecil
“Yah, seperti kamu baca di koran-koran”
“Enakkah?” tanya air lagi
api menghisap rokoknya
“Sama seperti waktu kamu membanjiri kota minggu lalu”
air menjadi bosan, “Ah kupikir lebih enak,” lalu diteguknya espresso

Api tiba-tiba mencolek air
kobarannya padam sedikit
“Kamu pernah terpikir nggak, kenapa diantara kita berdua
kamu selalu dianggap jagoannya?”
Air menatap api, bingung
“Maksudnya?”
“Ya, kalau aku sedang melalap pasar, kamu datang dan aku padam.
Sementara kalau kamu sedang membanjiri kota, aku datang tapi
kamu terus beraksi. Apa-apaan itu?”
Api menyulut lagi rokoknya, mukanya agak masam.

Air mendesah. Gundah, dia.
“Aku rasa semuanya terjadi karena manusia terlalu membesar-besarkan
perbedaan kita”
Api tersenyum setuju.

Mereka nongkrong disitu dua jam lamanya
Bicara tentang berbagai hal

Setelah membayar, keduanya meninggalkan kafe

Asmara Letizia
April 2000

 

8 Responses to “Puisi Saya :)”

  1. kereeenn……

  2. Gue juga udah lamaa banget gak nulis puisi, sampe bulan lalu gue bener2 kangen dan balik nulis lagi. Yuukk nulis puisi lagi yuk! Gak perlu malu :)

  3. ahahahahahaha… exactly, Mihuuun!

    Gw juga hanya bisa berpuisi ketika perasaan gw lagi di titik ekstrim. Ekstrim seneng atau pun ekstrim sedih. Makanya kalo lagi datardatar aja, tulisan gw gak terlalu memorable.

    Ayuk menulis puisi lagi :D

  4. keren..keren..keren

  5. Gila! Keren banget Miuuundd!!!!!!

  6. ngakak.. :D D
    jadi tahu nama aslinya juga. :P

  7. sayah malah sudah lupa nulis puisi ….. coba pake bahasa ngapak..

  8. kereennnnnnnnnnn mbakkkkkkkkkk eeeeee
    1 hal yang bisa aku bikin di seni pertulisan nasional disingkat SEPETNA
    (* emang ada ya hehehehe)
    adalah nulis puisi..gak tau kenapa ya gak bisa aja
    padahal aku sering ciptain lagu (* sombong mode : on)
    hehehehe
    aku dah baca buku mbak..yang kumpulan dari isi blog mbak itu..
    i love it

Leave a Reply