Thank You, 2014 :)

Holaaaaa!

Lama amat nggak ngeblog, sampe lupa caranya hahaha… lebhey.  Enggak kok, masih inget kok. Anyway, banyak hal yang terjadi di 2014 ini, nggak semua bikin hepi, tapi nggak semua juga bikin senep.  I dunno, guys, kayaknya kok tahun ini banyak banget yang ketiban pulung, kurang beruntung dan ancur-ancuran, ya.  Mungkin 2014 memang nggak terlalu menyenangkan buat sebagian orang, mana ditutup dengan tragedi pesawat Air Asia pula… tapi, sesenep-senepnya sama 2014… mendingan kita ngaca dulu yuk.  Udah cukup baikkah kita terhadap orang lain?  Ibadah cukup nggak? Bersyukur udah belom?  Kalo merasa udah semua, well, namanya manusia kan selalu merasa sempurna padahal enggak yaaaa… jadi karena 2014 tinggal beberapa jam lagi, saya cuma bisa bilang: disyukuri aja yuk apa yang terjadi.  Namanya juga hidup, segala kejadian buruk anggap aja pelajaran biar besok-besok kejadian yang sama nggak terulang lagi.

Lalu 2014-nya Miund seperti apa?

Fifty-fifty.  Yang bagus seimbang dengan yang buruk.  Gini deh, biar nggak ngomongin yang udah lewat, mending saya ngomongin pelajaran-pelajaran apa aja yang udah saya dapat di tahun yang bak roller coaster ini.  Shall we?

1.  Tentang Persahabatan
Tahun ini saya banyak diingatkan tentang persahabatan, dan bahwa sahabat sejati itu adalah mereka yang tetap ada, tetap mau dengerin kita, tetap mau pegangin kita saat kita jatuh dan nggak berdaya.  Sahabat sejati itu mereka yang nggak perlu ngobrol atau ketemu setiap hari untuk care.  Dan seringkali kita take them for granted banget.  But they don’t mind, they love us the way we are, almost unconditionally.  Untuk sahabat-sahabat sejati saya, terima kasih ya udah pegangin tangan saya di 2014 ini.  You know who you are 🙂

2.  Tentang Karma
Sudahlah jangan kita bahas tentang arti linguistiknya, karena you know what I am talking about.  Bad karma.  Tahun 2014 ini banyak sekali melihat orang-orang yang dulunya pernah ‘masalah’ dengan orang lain… termasuk dengan saya, seolah ‘dibayar tunai’ banget atas keburukan yang pernah dilakukannya.  Ini mengingatkan bahwa saya mesti selalu baik sama orang, nggak boleh seenaknya dan yang paling utama: gak boleh punya niat atau perilaku jahat.  Karena orang yang kita jahatin mungkin gak bales, tapi ada Tuhan dan alam semesta yang memberikan ganjaran.

3.  Tentang Dipercaya
Soal TRUST dan bagaimana mengemban kepercayaan yang diberikan juga merupakan pelajaran yang saya dapat di tahun 2014 ini.  Tahun ini saya belajar bahwa diberikan kepercayaan sekecil apapun adalah amanah dan harus dijalankan dengan baik.  Semoga di 2015 nanti, saya bisa lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai istri dan ibu (heey, ini juga dipercaya loh namanya, ya kan?) dan juga di pekerjaan.

4.  Tentang Prioritas
Di tahun 2014 ini saya harus tabah mengambil keputusan yang lumayan berat: berhenti siaran pagi.  Percayalah, teman-teman, berbulan-bulan berpikir tentang ini, diskusi dengan suami, diskusi dengan partner siaran dan juga membuat list pros and cons, adalah aktivitas yang mewarnai sebagian besar 2014 saya.  Pada akhirnya, saya harus menguatkan hati, menetapkan keputusan dan nggak boleh look back, karena hidup itu mesti maju.  Saya mesti sadar kapasitas fisik yang udah nggak memungkinkan kerja 18 jam sehari (iya, selama ini tetep ngantor walau siaran) dan tentunya mengutamakan anak dan suami tercinta.  And hey, about two weeks back into this so-called ‘normal’ life, I can say that I’m happier and most of all… healthier.  Masih pengen siaran?  Masih.  Tapi nggak sekarang.  But I’m not worried, as they say in the radio world: sekali kena mic, nggak bakal lepas seumur hidup.  Bener kok, saya udah buktiin… it took 10 years for me to come back to radio.  Maybe 10 years from now I’ll be back?  Who knows!

5.  Tentang Bersyukur
Kata orang dua hal tersulit di dunia adalah memaafkan dan bersyukur.  Saya bisa bilang, buat saya cuma satu yaitu memaafkan (yes, I need to learn MORE on how to forgive…).  Soal bersyukur?  Mudah banget.  Tuhan begitu baik, begitu sayang dan entah bagaimana Dia mengajarkan saya, kok ya di balik segala keburukan saya hampir selalu bisa melihat hikmah dan walau butuh waktu, pada akhirnya belajar dari hal-hal yang telah terjadi itu.  Saya bersyukur dibukakan mata bahwa mereka yang “menjahati” saya itu sebenarnya mengajari saya untuk lebih kuat, lebih sabar dan lebih… pintar!  Saya bersyukur diberikan berbagai berkat yang selama ini nggak pernah saya sangka bisa jadi milik saya.  Bersyukur atas kehadiranNya yang selalu tepat di saat-saat saya membutuhkan.  Idiiihhh pengen nangis deh kalo nulis ini, tapi saya nggak main-main tiap saya bilang ini: Tuhan Maha Baik. Kenapa sih kok sotoy amat bilang Maha Baik? Ya karena saya nggak cuma denger-denger aja atau baca di kitab suci, tapi karena saya udah ngerasain sendiri kebaikanNya 🙂

Udah yaaaa udahhhh sebelum terdengar seperti khotbah, mending udah dulu listnya HAHAHAHAHHAHA 😀

Anyway, kembali seperti di judul postingan ini…

…terima kasih 2014.  Tahunnya belajar, tahun munculnya growing pains, tahunnya bersyukur.

Nggak mau bikin resolusi untuk 2015, cukup berharap bisa jadi manusia yang lebih baik setiap hari aja udah cukup.  Semoga saya bisa.

Cheers to a healthy, lovely and wealthy 2015! May we all be blessed 🙂

2014-12-31 15.21.00

XOXO

4 comments on “Thank You, 2014 :)

  1. -

    happy new year ya!

  2. -

    2015 banyak nulis soal shera doonk hihih kangen bacanya. btw, lipstiknya keren mbaak:))

  3. -

    Hi, Miund.
    Setelah baca ini, gw jadi tau kalo ternyata Miund udah ga siaran pagi. Sedih. Gw dengerin Miund dari gw masih single sampe sekarang lagi program hamil anak kedua. Semua topik yang dibahas tiap hari selalu bikin otak gw berputar untuk mencari jawabannya. Selalu bikin mata berkaca2 setiap rabu. Well, finally this is it. Ada pertemuan tentu harus ada perpisahan. Just want to say thank you for all the laugh during my last 3 years. Semoga sukses ya, Miund. Semoga 2015 barokah.
    Love,
    Dinar

  4. -

    Baru tau ternyata Mbak Miund (dan Mas Hilbram) nggak siaran Sapa Pagi lagi. Aku setiap pagi sll dengerin mereka berdua. Tp krn tugas kantor sejak akhir November 2014 hrs keluar kota. Dan saat pulang ke Jkt, kok Sapa Pagi menghilang…….. Yachh…..Kecewa dech…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *